
Jauh Jelajahi Kosmos, Begini Voyager 1 Milik NASA Belakangan Berlaku Aneh
Tim insinyur yang mengoperasikan Voyager 1 sedang mencoba mencari tahu kenapa wahana robotik penjelajah antarplanet milik NASA itu mengirim data ke Bumi yang bacaannya tidak sesuai dengan apa yang sedang dikerjakannya–fokus meneropong ruang antarbintang.
Ini adalah misteri yang kelihatannya tidak akan menempatkan Voyager 1 dalam masalah yang mendesak, tapi NASA tetap berusaha menemukan jawabannya.
Diluncurkan pada 1977, Voyager 1 telah menjelajah kosmos selama hampir setengah abad.
Dia memiliki kembaran, Voyager 2, yang berusia 16 hari lebih tua di luar angkasa sana.
Keduanya sama menjelajahi bagian luar Tata Surya, melintasi planet-planet dan memotret banyak bulan sebelum menuju bagian batas terluar lingkungan kosmis kita.
Pada 2012, Voyager 1 telah melewati heliopause–batas wilayah di mana angin Matahari tak mampu mencapainya, dan pangkal dari ruang antarbintang.
Berada pada jarak 14,5 miliar mil dari Bumi, Voyager 1 adalah obyek buatan manusia yang saat ini berada terjauh.
Namun, semakin jauh Voyager 1 dari Bumi, kecenderungan hal-hal janggal terjadi dengan wahana antariksa itu meningkat.
Saat ini, sistem kontrol dan artikulasi perilaku, atau AACS, dari wahana robotik itu menjadi lebih aktif.
AACS adalah sistem yang bertanggung jawab untuk menjaga orientasi di luar angkasa, seperti halnya mengarahkan high-gain antenna yang digunakan untuk mengirim dan menerima sinyal dari Bumi.
Sejauh yang dikuasai para insinyurnya, AACS masih berfungsi seperti seharusnya.
Masalahnya, data yang dikirim balik tidak pas menggambarkan apa yang sedang dikerjakan sistemnya.
“Sebagai contoh, data bisa saja muncul secara acak, atau tidak mencerminkan sedikitpun kondisi yang memungkinkan untuk AACS,” bunyi keterangan tertulis NASA.
Untuk lainnya, Voyager 1 disebutkan masih baik-baik saja.
Dia masih berkomunikasi dengan tim insinyurnya dan mengumpulkan data sains seperti yang diharapkan.
“Dan masalah kejanggalan dengan AACS tak membuat wahana antariksa ini beralih ke safe mode,” kata NASA merujuk kepada tipe prosedur operasional di mana sumber energi untuk kebanyakan instrumen diturunkan dan fokus ke fungsi yang paling dibutuhkan untuk wahana itu tetap hidup.
Suzanne Dodd, manajer proyek Voyager 1 dan 2 di Laboratorium Propulsi Jet NASA, menduga misteri terkait usia misi Voyager.
Usia yang sudah 45 tahun, menurut Suzanne, telah jauh melampaui apa yang pernah diantisipasi perancang Voyager.
“Kita juga berada dalam ruang antarbintang–sebuah lingkungan radiasi tinggi yang belum pernah dimasuki sebuah pesawat antariksa,” katanya.
Sebuah perbaikan bisa datang dalam bentuk sebuah software penambal.
Atau tim yang harus membiasakan diri dengan kiriman data-data aneh itu.
Adaptasi adalah satu cara yang sudah diakrabi tim Voyager.
Seperti diketahui, sumber energi baik Voyager 1 maupun 2 melemah sejalan dengan waktu karena baterai nuklir yang digunakan perlahan meluruh.
Tim telah mematikan sejumlah sistem di kedua wahana robotik itu–selain instrumen ilmiah yang masih bisa terus berfungsi.
THE VERGE